Tetap bermain meski ayahnya diculik, alasan pesepakbola ini epik

Tetap bermain meski ayahnya diculik, alasan pesepakbola ini epik

Tetap bermain meski ayahnya diculik, alasan pesepakbola ini epik

chaliceofbloodangel.com - Kapten Nigeria, Mikel John Obi membeberkan sebuah fakta yang tak diketahui banyak orang. Ia mengtakan bahwa ayahnya diculik sesaat sebelum matchday terakhir grup D Piala Dunia yang mempertemukan Nigeria lawan Argentina, Rabu (27/6)

Ia menerima kabar mengejutkan saat ia melakukan perjalanan di bus ke stadion di St Petersburg. Seorang anggota keluarga memanggilnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia harus menelepon para penculik dengan nomor yang ditentukan. Ketika Mikel melakukannya, dia diperintahkan untuk membayar uang tebusan.

Ayah Michael John Obi diculik di Nigeria tenggara saat ia melakukan perjalanan ke pemakaman di sepanjang jalan tol Makurdi-Enugu dari Jos. Polisi di Nigeria berhasil membebaskannya tetapi ayah MikelĀ disiksa selama seminggu dan saat ini menerima perawatan darurat di rumah sakit. Ini adalah kedua kalinya dia diculik. Penculikan pertama pada Agustus 2011.

Mikel mencoba untuk mengatasi tekanan psikologis agar dia bisa bermain 90 menit melawan Argentina. Walau pada akhirnya Nigeria kalah 2-1 setelah gol Marcus Rojo di menit akhir. Seharusnya hasil imbang 1-1 akan membuat mereka lolos ke babak 16 besar.

"Saya bermain ketika ayah saya berada di tangan bandit. Saya harus menekan trauma. Saya menerima telepon empat jam sebelum kick-off untuk memberi tahu saya apa yang telah terjadi. Saya mengalami gangguan emosi dan saya harus membuat keputusan tentang apakah saya siap secara mental untuk bermain, " kata dia dilansir brilio.net dari Guardian.

Ia mengaku bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Pada akhirnya dia membuat keputusan menyimpan cerita itu dan fokus memimpin Nigeria. Ia juga mengaku tidak bisa curhat pada siapa pun di Federasi Sepakbola Nigeria.

"Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan tetapi, pada akhirnya, saya tahu bahwa saya tidak bisa membiarkan 180 juta orang Nigeria bersedih. Saya bahkan tidak dapat memberi tahu para pelatih atau staf NFF. Saya diberitahu bahwa mereka akan segera menembak ayah saya jika saya melapor kepada pihak berwenang atau memberi tahu siapa pun, " jelasnya.